RHEUMATOID ARTHRITIS
Definisi
Arthritis berasal dari bahasa
Yunani yaitu arthon yang artinya sendi, dan kata itis berarti peradangan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa arthritis berarti radang yaang terjadi pada
sendi. Rheumatoid Arthritis merupakan suatu jenis penyakit autoimun yang menyebabkan
terjadinya peradangan pada daerah persendian,diiringi dengan rasa nyeri dan
kerusakan pada bagian dalam sendi. Penyakit ini diduga terjadi akibat regulasi
sistem imun tubuh sehingga menimbulkan manifestasi sistemik seperti vaskulitis,
inflamasi mata, disfungsi syaraf, kardiopulmoner dan lainnya.
Epidiomiologi
Rheumatoid Arthritis
Epidemiologi dari RA bervariasi
diberbagai Negara Negara didunia, dengan angka kejadian yang lebih tinggi di
Amerika dan Eropa, serta insiden yang lebih rendah di Asia Tenggara dan Timur
Tengah. Di Indonesia sendiri seperti di Bali memaparkan bahwa RA adalah
peringkat tiga teratas diagnosa medis utama para lansia yang berkunjung ke
tempat pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di salah satu wilayah
pedesaan di Bali.
Etiologi
Merupakan penyakit yang
penyebabnya masih belum diketahui secara pasti namun ada yang menyatakan bahwa
penyakit rheumatoid arthitis disebabkan oleh faktor eksogen seperti genetik, hormon
sex, dan faktor endogen seperti agen yang infeksius seperti mikroorganisme dan
virus.
Patofisiologi
Penyakit ini dimulai dari
terjadinya inflamasi sinovial pada kapsul sendi yang menyebabkan terjadinya
proliferasi jaringan yang disebut pannus. Pannus menyerang kartilago dan
permukaan tulang yang lama-kelamaan akan menyebabkan erosi pada tulang.
Inflamasi ini pada akhirnya akan menghilangkan kartilago dan ruang sendi.
Manifestasi
Klinis Rheumatoid Arthritis
Keluhan biasanya mulai secara
perlahan dalam beberapa minggu atau bulan. Sering pada keadaan awal tidak
menunjukkan tanda yang jelas. Keluhan tersebut dapat berupa :
1. Keluhan
umum, dapat berupa perasaan badan lemah, nafsu makan menurun, peningkatan panas
badan yang ringan atau penurunan berat badan.
2. Kelainan
sendi, Keluhan sering berupa kaku sendi di pagi hari, pembengkakan dan nyeri
sendi. Terutama mengenai sendi kecil dan simetris yaitu sendi pergelangan
tangan, lutut dan kaki (sendi diartrosis).
3. Kelainan
diluar sendi, seperti pada Kulit (nodul subukutan), Paru-paru (paru obstruktif
dan kelainan pleura), Jantung (40% pada autopsi RA didapatkan kelainan perikard),
dan lain-lain.
Terapi penyakit
rheumatoid arthritis
Terapi pada rheumatoid arthritis
bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri, inflamasi, mengontrol timbulnya
komplikasi sistemik, melindungi struktur artikular, ekstraartikular, mengontrol
progresifitas dari penyakit dan mencegah komplikasi sehubungan dengan terapi
yang diberikan. Adapun terapi yang dapat diberikan pada penderita rheumatoid
arthritis adalah terapi farmakologis dan terapi nonfarmakologis.
a. Terapi
non farmakologis
Dengan istirahat,
mengurangi stress, hidup sehat, diit, fisioterapi, konseling dan operasi untuk
meningkatkan fungsi sendi, meredakan nyeri dan kemampuan pasien melakukan
aktivitasnya sehari-hari.
b. Terapi
farmakologis
Terapi
farmakologis dapat dilakukan dengan pemberian obat golongan NSAIDs, golongan
Analgetik, DMARD, kurkumin(berdasarkan beberapa hasil penelitian) dan lainnya.
1. NSAIDs(
Non Steroid Antiinflammatory Drugs)
Misalnya obat dexketoprofen
Indikasi :
meredakan nyeri ringan hingga
sedang
Kontraindikasi
:
Hipersensitivitas terhadap
Dexketoprofen atau OAINS, pasien dengan riwayat asma, bronkospasme, angiodema,
rinitis akut, pasien tukak saluran pencernaan, dispepsia akut, ibu hamil dan
menyusui.
Dosis
:
Dewasa: 12,5 mg setiap 4-6 jam
atau 25 mg setiap 8 jam diminum 30 menit sebelum makan, Lansia : dosis awal
maksimum 50 mg/hari.
Farmakologi
Farmakodinamik :
obat ini merupakan turunan asam
propinat yang memiliki sifat analgesik, antiradang dan anti inflamasi
nonstreroid untuk mengurangi produksi prostaglandin melalui lintasan COX-1
ataupun COX-2, onset kerja 30 menit dengan durasi kerja 4-6
jam.
Farmakokinetik
:
absorbsi mencapai Cmax setelah 30
menit, distribusi dengan volume 0,25 L/kg terikat protein dan ekskresi
dikeluarkan terutama melalui jalur perubahan glukuronida dengan waktu paruh
1,65 jam.
2.
Analgetika
Merupakan obat yang digunakan
untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang jika tidak menginginkan efek
antiinflamasi. Adapun obat yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis
adalah asetaminofen, analgetik opoid seperti morfin, hidromorfone, metadone,
fentanil, tramadol.
Obat Asetaminofen (parasetamol)
Merupakan penghambat
prostaglandin lemah dalam jaringan perifer, obat ini tidak memiliki efek
antiinflamasi yang signifikan. Obat ini biasanya digunakan sebagai tambahan
analgetik untuk terapi antiinflamasi.
Indikasi
:
Analgesik dan antipiretik, pereda
nyeri dan penurun panas.
Kontraindikasi
:
Hipersensitif dan gangguan hati
berat
Dosis
:
4-6 jam sekali
Efek
samping :
Mual, muntah, sembelit dan nyeri
saat diinjeksi
Farmakologi
Farmakodinamik :
memberikan aksi analgetik dengan
menyumbat perifer pada impuls nyeri, menghasilkan antipyresis dengan menghambat
pusat pengatur panas hipotalamus, aktivitas anti-inflamasi yang lemah dengan
penghambatan pembentukan prostaglandin. Onset kerja untuk oral lebih
dari 1 jam dan untuk intravena 5-15 menit sebagai analgetik dan 30 menit
sebagai antipiretik. Durasi kerja intravena 4-6 jam sebagai
analgeti dan 6 jam sebagai antipiretik.
Farmakokinetik :
Diserap dengan baik setelah
pemberian oral dan anal. Dengan waktu puncak 10-60 menit secara
oral, 15 menit secara intravena dan 2-3 jam suppositoria.Didistribusikan ke
sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan masuk ke ASI. Ikatan
protein plasma 10-25%. Obat dimetabolisme di dalam hati melalui konjugasi asam
glukuronat dan sulfat. N-acetyl-p-benzoquinone imine, metabolit minor yang
diproduksi oleh CYP2E1 dan CYP3A4, kemudian dimetabolisme melalui konjugasi
dengan glutathione di hati dan ginjal. Obat diekskresikan melalui urin. dengan waktu
paruh eliminasi Sekitar 1-3 jam.
3.
DMARD (Disense Modifying Antirheumatic Drugs)
Digunakan untuk melindungi sendi
dari proses destruksi oleh rheumatoid arthritis, obat yang bisa deberikan
sedini mungkin saat terdiagnosa penyakit rhaumatoid arithritis,DMARD memiliki
sifat slow acting yang memberikan efek setelah 1-6 bulan. contoh obatnya
hidroksiklorokuin, metotreksat, sulfasalazine, penisilamin dan
asatioprin.
Obat Sulfasalazine
Indikasi
:
Penyakit radang usus , artritis
reumatoid
Kontraindikasi
:
Hipersensitif terhadap sulfonamid
atau salisilat, porfiria anak usia kurang dari 2 tahun, obstruksi usus atau
kencing, diskrasia darah, riwayat leukopenia.
Dosis
:
500 mg per hari seminggu pertama, dosis ditingkatkan 500 mg setiap minggunya. Maksimal 3 gr per hari
Efek
samping :
Umum: demam, sakit kepala, ruam,
muntah; Kurang umum : sakit punggung, gusi perdarah, warna kebiruan pada kuku,
suhu tubuh panas dingin, urin gelap ; Jarang: sakit otot, feses hitam, melepuh,
kembung.
Farmakologi
Farmakodinamik :
memiliki efek antiinflamasi
langsung diusus dan secara sistemik mengganggu sekresi karna menghambat
sintesis prostaglandin.
Farmakokinetik
:
15% dari dosis diserap di usus halus, saat mencapai usus besar ikatan azo dipecah oleh usus menghasilkan sulfapyridine dan asam 5- aminosalicylic. 60 % sulfapyridine dan 10-30% asam 5- aminosalicylic akan diserap di usus besar. Didistribusikan ke jaringan tubuh, dan ditemukan pada Asi, metabolisme ektensif dengan asetilasi, nantinya asam 5- aminosalisilat akan mengalami asetilasi, hidroksilasi dan glukuronidasi. Asetilator lambat memungkinkan terjadinya efeksamping obat dari pada asetilator cepat. Obat dieksresikan melalui urin, sulfasalazine sebanyak 15% , sulfapyridine dan metabolitnya 60% dan asam 5-aminosalisilat serta metabolitnya sebanyak 20-33%.
Permasalahan !
1. Bagaimanakah mekanisme
kerja obat sulfasalazine dalam pengobatan rheumatoid arthritis?
2. Bagaimana pendekatan
sistem nanopartikel pada penghantaran obat Rhemautoid arthtritis?
3. bagaimana absorpsi obat jika obat tersebut digunakan bersamaaan dengan obat golongan OAINS, Apakah akan tetap memberikan efek terapi yang baik atau akan memberikan efek toksik ?
DAFTAR PUSTAKA
Febriana.
2015. Penatalaksanaan Fisioterapi
Pada Kasus Rheumatoid Arthritis Ankle Billateral Di RSUD Saras Husada Purworejo, Fakultas
Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta, surakarta.
Putra,T.R., Suega,K., Artana,I.G.N.B. 2013. Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Penyakit Dalam. Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah.
Tanto, C. 2014. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 4, Media Aesculapius : Jakarta.
Haii, Emell!! Aku bantu jawab pertanyaan nomor 1 yaa. Jadi, Sulfasalazine merupakan obat yang digunakan dalam pengobatan artritis reumatoid dari golongan DMARD. Sulfasalazine ini bekerja dengan cara menekan fungsi limfosit dan leukosit melalui mekanisme immunoregulatory dan antiinflamasi. Selain itu sulfasalazine ini juga menghambat produksi prostaglandin, dimana prostaglandin ini merupakan salah satu faktor pemicu dari terjadinya artritis reumatoid (AR).
BalasHapusSemogaa jawabannya membantu!! Semangat terus membagikan ilmu pengetahuan ke orang banyak!!!
Artikelnya sangat bermanfaat. Terimakasih
Hapusartikelnya bagus dan dapat dipahami terimakasih ilmunya
BalasHapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat ๐๐ป
BalasHapusTerima kasih ilmunya, artikelnya mudah dipahami
BalasHapusWah materinya sangat bagus dan mudah di pahami, terima kasih
BalasHapusTerimakasih, sangat bermanfaat
BalasHapus๐
BalasHapusterimakasih kak artikel nya sangat bermanfaat. ditunggu artikel selanjutnya ya kak...
BalasHapusSangat bermanfaat dan mudah dipahami ๐๐ผ
BalasHapusTerimakasih sangat bermanfaat ๐๐
BalasHapusSngat bermanfaat,dan mudah dipahami
BalasHapusBagus sekali artikelnya. Sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan saya. Terimakasih emelia
BalasHapusBagus sekali artikelnya, sangat bermanfaat
BalasHapusmaterinya sangat mudah dipahami,terimakasih kak
BalasHapussangat membantu dan mudah dipahami untuk artikel ini , terimakasih ya.
BalasHapussangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusKren
BalasHapusBermanfaat bgt๐
BalasHapusTerimakasih kak, artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusTerima kasih, sangat bermanfaat
BalasHapussangat bermanfaat, terimakasih ilmunya kak
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat kak ,terimakasih ilmunya kak
BalasHapus๐
BalasHapusTerima kasih ilmunya
BalasHapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimaksih infonya kak
BalasHapusTerimakasih materinya kak
BalasHapusMateri nya sangat bagus, terimakasih untuk ilmu nya.
BalasHapusArtikel yang sangat bagus dan mudah di pahami terima kasih kak
BalasHapusDitunggu blog yg lainnya ya, semangattt
BalasHapusSemoga bermanfaat
BalasHapusBagus sekali artikelnya. Sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan saya. Terimakasih emelia
BalasHapusTerimakasih emel sangat membantu๐
BalasHapus