HEMATOLOGI I
DEFINISI
Hematologi adalah bidang studi kesehatan yang mempelajari tentang darah dan gangguan darah yang terjadi. Beberapa penyakit yang termasuk dalam bidang hematologi adalah anemia, gangguan pembekuan darah, penyakit infeksi, hemofilia dan leukimia.
PROSES PEMBEKUAN DARAH
Proses pembekuan darah normal melewati
serangkaian interaksi yang kompleks, yaitu:
a. Trombosit membentuk sumbatan
Trombosit bereaksi ketika pembuluh darah
rusak atau ada luka. Mereka menempel pada dinding daerah yang luka dan
bersama-sama membentuk sumbatan. Sumbatan dibentuk guna menutup bagian yang
rusak, agar menghentikan darah yang keluar. Trombosit juga melepaskan bahan
kimia untuk menarik lebih banyak trombosit dan sel-sel lain untuk melanjutkan
tahap berikutnya.
b. Pembentukan bekuan darah
Faktor-faktor pembekuan memberi sinyal
terhadap satu sama lain, untuk melakukan reaksi berantai yang cepat. Reaksi ini
dikenal sebagai kaskade koagulasi. Pada tahap akhir kaskade ini, faktor
koagulasi yang disebut trombin mengubah fibrinogen menjadi helai-helai fibrin.
Fibrin bekerja dengan cara menempel pada trombosit untuk membuat jaring yang
memerangkap lebih banyak trombosit dan sel. Gumpalan (bekuan) pun menjadi lebih
kuat dan lebih tahan lama.
c. Penghentian proses pembekuan darah
Setelah bekuan darah terbentuk dan perdarahan terkendali. Protein-protein lain akan menghentikan faktor pembekuan, agar gumpalan tidak berlanjut lebih jauh dari yang diperlukan. Tubuh perlahan-lahan membuang sumbatan. Ketika jaringan kulit yang rusak sembuh, otomatis sumbatan tidak diperlukan lagi. Helai fibrin pun hancur, dan darah mengambil kembali trombosit dan sel-sel dari bekuan darah.
ANTIKOAGULANSIA
Antikoagulan, dipakai untuk menghambat pembentukan bekuan darah. Antikoagulan dipakai pada klien yang memiliki gangguan pembuluh arteri dan vena yang membuat mereka birisiko tinggi untuk pembentukan bekuan darah. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja protein yang terlibat dalam proses pembekuan darah.
Jenis Obat Antikoagulan
Berdasarkan
fungsinya dalam menghambat fungsi protein yang berperan dalam proses
penggumpalan darah antikoagulan terbagi ke dalam 4 golongan, yaitu :
1. Warfarin, yaitu jenis obat
antikoagulan coumarin yang bekerja dengan menghambat kerja vitamin K di dalam
darah
b. 2. Penghambat
faktor Xa, yaitu jenis obat antikoagulan yang bekerja dengan menghambat kerja
faktor Xa, contoh obatnya yaitu Apixaban
c. 3. Penghambat
thrombin, yaitu golongan obat antikoagulan yang berfungsi mencegah aktivasi
thrombin, contoh obatnya yaitu Dabigatran
d. 4. Heparin, yaitu jenis obat antikoagulan yang berperan dalam menghambat thrombin dan faktor Xa
WARFARIN
Farmakologi
Farmakologi warfarin secara umum bekerja sebagai penghambat faktor koagulasi tergantung vitamin K seperti faktor II, VII, IX, X, dan antikoagulan protein C dan S.
Dosis untuk orang dewasa adalah 5–10 mg per hari, diberikan selama 1–2 hari. Dosis perawatan 3–9 mg per hari, yang disesuaikan dengan nilai INR
Farmakodinamik
Efek antikoagulan dari warfarin berasal dari inhibisi interkonversi siklik vitamin K di liver. Bentuk vitamin K yang tereduksi dibutuhkan untuk karboksilasi faktor II, VII, IX, dan X sehingga faktor-faktor koagulasi ini menjadi bentuk aktif. Maka, tanpa vitamin K tereduksi, faktor-faktor di atas tidak dapat berfungsi sebagai faktor koagulan. Warfarin mengintervensi konversi vitamin K menjadi bentuk yang tereduksi, sehingga warfarin secara tidak langsung mengurangi jumlah faktor-faktor koagulasi tersebut.
Farmakokinetik
Absorpsi :
Warfarin diabsorpsi melalui rute oral dan membutuhkan waktu 4 jam untuk
mencapai konsentrasi puncak. Warfarin di absorpsi secara cepat dan komplit.
Efek antikoagulasi terjadi dalam 24 jam hingga 72 jam setelah administrasi,
waktu puncak efek terapeutik terlihat dalam 5-7 hari setelah terapi inisiasi.
Distribusi :
Volume distribusi warfarin adalah 0,14 liter/kg. Warfarin tidak
didistribusikan ke dalam air susu. Protein binding 99%.
Metabolisme :
Warfarin terdiri dari isomer S dan R yang dimetabolisme di liver oleh
enzim mikrosomal hepatik (sitokrom P-450) menjadi metabolit inaktif
terhidroksilasi dan metabolit tereduksi. Isomer S memiliki potensi efek yang
lebih tinggi dari isomer R. Isomer S dimetabolisme oleh enzim CYP2C9 dan isomer
R dimetabolisme oleh CYP1A2. Metabolit ini diekskresikan melalui urine, dan
dalam jumlah sedikit diekskresikan melalui cairan empedu.
Eliminasi :
Ekskresi warfarin paling utama lewat urine oleh filtrasi glomerular dalam bentuk metabolit (92%) dan hanya sedikit yang dieksresikan dalam bentuk tidak diubah. Waktu paruh warfarin efektif berkisar 20-60 jam, dengan rata-rata 40 jam
Permasalahan !
1. dalam keadaan normal bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah. apa yang akan terjadi jika sel darah merah itu menjadi kaku atau sulit untuk berubah bentuk?
2. 2. Mengapa
rokok dapat mempengaruhi gangguan pada hematologi atau darah dan bagaimana
pengaruhnya?
3. 3. Untuk
obat-obat antikoagulan, bagaimana prinsip kerjanya sehingga dapat mengencerkan
darah ?
4. 4. Manakah yang lebih berbahaya antara perokok pasif dan perokok aktif ? bagaimana efeknya terhadap trombosit darah ?
DAFTAR PUSTAKA
Firani, N. K. 2018. Mengenali Sel-Sel Darah dan Kelainan Darah. Malang : UB Press.
Tambayong, J. 2000.
Patofisiologi untuk Keperawatan.
Jakarta : EGC.
Hai emel, artikelnya menarik dan bermanfaat sekali. Izin menjawab pertanyaan no. 2
BalasHapusMengapa rokok dapat mempengaruhi gangguan pada hematologi atau darah dan bagaimana pengaruhnya?
Efek merokok pada tubuh menimbulkan respon inflamasi sistemik melalui stimulasi sistim hematopoietik terutama sumsum tulang (yang meningkatkan produksi eritrosit dan leukosit, sedangkan MCV dan trombosit turun).
Merokok juga dapat menimbulkan kerusakan dan disfungsi endotel. Perubahan parameter hematologi dan penanda inflamasi ini diyakini erat kaitannya dengan peningkatan risiko aterosklerosis, penyakit kardiovaskuler, polisitemia, dan PPOK.
Terimakasih semoga membantu dan maaf jika banyak kekurangan dalam menjawab pertanyaan.😊
Terimaksih nopela atas jawabannya
HapusHallo emel, izin bantu jawab pertanyaan nomor 3 yaa, jika ada kurng mohon ditambahkan
BalasHapusAntikoagulan adalah obat yang berfungsi mencegah penggumpalan darah. Obat ini bekerja dengan cara menghambat kerja protein yang terlibat dalam proses pembekuan darah.
Obat antikoagulan sering disebut sebagai obat pengencer darah, namun sebutan ini kurang tepat. Obat antikoagulan tidak mengencerkan darah, tetapi memperpanjang waktu darah untuk membeku.
Proses pembekuan darah berperan penting untuk menghentikan perdarahan jika terjadi luka. Namun, darah yang membeku dan menggumpal di otak, jantung, atau paru-paru justru berbahaya karena dapat menyumbat atau menghentikan aliran darah ke organ tersebut.
Obat antikoagulan digunakan untuk mengobati dan mencegah penyumbatan pembuluh darah.
Hallo emel, saya anisya izin menjawab pertanyaan nomor 4. Yang lebih berbahaya yaitu perokok pasif karena zat yang berada didalam rokok seperti
BalasHapusnikotin, tar, timah hitam dan karbon monoksida masuk ketubuh tanpa adanya penyaringan sehingga semua zat berbahaya masuk ketubuh. Sedangkan sebaliknya untuk perokok aktif yang terdapat filter dalam rokok sehingga mengurangi kadar zat berbahaya tersebut masuk ke tubuh. Dan efeknya bagi trombosit yaitu mempunyai potensi terjadinya peningkatan
agregasi trombosit dan ekresi metabolit tromboksan dari trombosit.
Semoga membantu yaa
artikelnya bagus dan dapat dipahami terimakasih ilmunya
BalasHapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
BalasHapusTerimakasih ilmunya, artikelnya mudah dipahami
BalasHapusTerimakasih, sangat bermanfaat
BalasHapushai kak.. terimakasih banyak ya kak atas materinya.. sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih kak, artikelnya mudah di pahami dan sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat dan mudah dipahami
BalasHapusTerima kasih Ilmunya kakk🙏🏻
BalasHapusTerimakasih artikelnya sangat bermanfaat 😊👍
BalasHapusTerimakasih kak,,artikelnya sngat membantu
BalasHapusBagus sekali artikelnya. Sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan saya. Terimakasih emelia
BalasHapusBagus sekali artikelnya, sangat bermanfaat
BalasHapusmaterinya sangat membantu,terimakasih kak
BalasHapusTerima kasih artikelnya kak, sangat membantu dan menambah pengetahuan
BalasHapusizin kak emel , mau jawab no 1 menurut logika saya aja , jika terjadi kaku maka akan terjadi pembekuan di sel darah merah atau disebut plak. maaf kalau salah
BalasHapusArtikel ini sangat membantu 👍
BalasHapusMantp
BalasHapusTerimakasih untuk ilmunya kakak
BalasHapusWew mantap materinya
BalasHapusTerimakasih artikelnya sangat bermanfaat 😊😊
BalasHapusTerima kasih, sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih untuk ilmunya kak
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat kak ,terimakasih ilmunya kak
BalasHapusTerimakasih untuk ilmunya, sangat bermanfaat
BalasHapus👍
BalasHapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
BalasHapusMaterinya sangat membantu, terimakasih kak.
BalasHapusMakasih infonya kak
BalasHapusArtikel nya bagus, terimakasi untuk ilmu nya.
BalasHapusArtikel nya bagus kak sangat menambah wawasan terima kasih kak
BalasHapusMakasih bnyk yaa, blognya sangat brmanfaat 😍
BalasHapusSemoga bermanfaat
BalasHapusBagus sekali artikelnya. Sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan saya. Terimakasih emel
BalasHapusMantapp minnnn👍👍👍
BalasHapusTerimakasih blognyaa
BalasHapus